Lalu pertanyaan berikutnya, jika Allah menciptakan kita semua sebagai manusia yang hebat, kenapa harus ada yang kaya-miskin/cacat-normal/cerdas-bodoh/rajin-pemalas/jujur-pencuri?
Jawabannya sederhana. Allah menciptakan kita semua untuk menjadi manusia yang hebat dengan dengan melalui proses belajar. Proses belajar tidak hanya dilakukan di bangku sekolah. Proses belajar dapat juga dilakukan dengan ‘melihat lingkungan di sekitar kita’.
Terus, apa hubungannya antara judul diatas mengenal diri sendiri dengan menjadi manusia hebat? Itu dia. Hubungannya erat sekali, ibarat kita berjabat tangan dengan seseorang yang kita kagumi, lengket J
Menurut teman-teman, apa sih pengertian ‘mengenal diri sendiri?’ Coba jawab pertanyaan itu menurut pengertian teman-teman. Mengenal diri sendiri adalah
Wah, terima kasih Anda bersemangat menjawab pertanyaan tersebut. Yuk, sekarang kita coba bicarakan pengertian mengenal diri sendiri.
Begini, mengenal diri sendiri itu merupakan proses dialog dengan diri kita sendiri. Artinya? Ya, kita sedang berbicara dengan diri sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari diri kita sendiri. Pada saat kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara jujur itulah yang disebut dengan mengenal diri sendiri.
Em, secara sekilas proses mengenal diri sendiri sih memang nampak sederhana. Tapi jangan salah lho. Untuk mengenal diri sendiri, teman-teman tidak dapat melakukannya secepat kilat. Anda membutuhkan waktu khususnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba muncul.
Lalu, apa untungnya ‘mengenal diri sendiri?’
Wah, banyak sekali lho keuntungannya. Salah satu keuntungan jika kita mampu mengenal diri sendiri adalah kita akan mengenal potensi/kelebihan diri kita. Ketika teman-teman mampu mengenal potensi diri sendiri, saat itu secara tidak sadar akan merasakan kelebihan yang teman-teman miliki. Ketika sadar akan kelebihan yang teman-teman miliki, apa yang teman-teman rasakan? Anda merasa hebat, bukan? Nah, sekarang Anda percaya bukan kalau Allah menciptakan kita sebagai manusia hebat?
Sumber :http://afauziyah.wordpress.com/
0 komentar:
Posting Komentar